REPORTERNEWS.WEB.ID | POSO – Menghadapi musim kemarau yang melanda wilayah Lembah Napu, Kepolisian Sektor (Polsek) Lore Utara bersama elemen terkait melaksanakan patroli terpadu untuk pemadaman dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026) ini difokuskan di area padang ilalang dan hutan pinus Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, yang merupakan titik rawan kebakaran.

Patroli ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk Camat Lore Peore Evon Lowo, S.H., Kepala Resor VI Kehutanan Poso Stefen Kolino, S.Hut., serta jajaran personel Polsek Lore Utara yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Budianto Tim gabungan juga dibantu oleh warga masyarakat setempat. Berdasarkan identifikasi di lapangan, ditemukan area terbakar seluas kurang lebih 100 hektare yang didominasi oleh rumput kering dan pohon pinus muda. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil berupa bangunan rumah penduduk dalam kejadian tersebut.

Menanggapi kegiatan patroli dan kondisi lapangan tersebut, Kapolsek Lore Utara, AKP Thamrin Samuda, menekankan pentingnya langkah preventif mengingat fenomena El Nino yang menyebabkan suhu udara meningkat drastis.

“Kebakaran di Desa Watutau hari ini adalah peringatan bagi kita semua. Luas area yang terbakar mencapai 100 hektare, namun alhamdulillah tidak merembet ke pemukiman warga. Kami bersama Polisi Kehutanan, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api dan melakukan pendinginan di titik-titik panas. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk menjaga ekosistem Lembah Napu dari kerusakan yang lebih parah akibat kelalaian atau kesengajaan manusia,” ujar AKP Thamrin Samuda.

Lebih lanjut, Kapolsek Lore Utara mengimbau masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar.

“Saya menghimbau keras kepada seluruh warga, khususnya para petani dan pemilik lahan, untuk tidak lagi menggunakan metode bakar dalam membuka lahan. Selain melanggar hukum dan berpotensi dikenakan sanksi pidana, tindakan ini sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan karena asapnya dapat memicu ISPA, serta merusak habitat flora dan fauna endemik di wilayah kita. Kami akan terus meningkatkan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas dan pemasangan himbauan di titik-titik rawan. Mari kita jaga udara bersih dan keamanan lingkungan demi keberlangsungan hidup bersama,” tambahnya.

Kegiatan patroli dan pemadaman berakhir dalam kondisi aman dan terkendali. Polsek Lore Utara berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan BPBD, Manggala Agni, dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi karhutla lainnya di masa mendatang.(***)