REPORTERNEWS.WEB.ID | POSO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Poso terus intensif melakukan pendekatan preventif kepada generasi muda melalui program Police Go to School. Pada Kamis (29/10/2026) pagi, tim Unit Kamsel Satlantas yang dipimpin Kanit Kamsel Ipda Juhaeruddin, S.H., bersama tiga personel lainnya (Aipda Nelfris, Brigpol Cikka, dan Brigpol Mirna) melaksanakan sosialisasi tata tertib berlalu lintas di SMK Negeri 2 Poso.

Kegiatan ini menyasar siswa-siswi dengan materi krusial mengenai bahaya berkendara di bawah umur. Para petugas memberikan pemahaman mendalam tentang risiko fatal yang mungkin terjadi akibat ketidaksiapan mental dan fisik remaja dalam mengoperasikan kendaraan bermotor di jalan raya. Selain itu, disampaikan pula faktor-faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas serta pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Tujuannya adalah mencetak generasi pelajar yang tidak hanya patuh hukum, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan atau pelopor keselamatan bagi lingkungan sekitarnya.

Menyikapi gelaran edukasi ini, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Poso, AKP I Made Bagus Aditya M. S.T.K., S.I.K., M. A.I.C., menekankan bahwa pencegahan kecelakaan harus dimulai dari pembentukan karakter sejak dini.

“Program Police Go to School ke SMKN 2 Poso hari ini adalah investasi jangka panjang kami untuk keselamatan jalan di Kabupaten Poso. Kami menyadari bahwa banyak korban kecelakaan lalu lintas melibatkan usia produktif dan pelajar. Oleh karena itu, kami tidak ingin sekadar menilang, tetapi lebih mengedepankan edukasi agar mereka paham bahwa helm dan SIM bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan alat perlindungan nyawa. Larangan berkendara di bawah umur bukan untuk membatasi kebebasan mereka, melainkan untuk melindungi masa depan mereka dari risiko cedera permanen atau kematian,” ujar AKP I Made Bagus Aditya.

Lebih lanjut, Kasat Lantas mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk bersinergi mengawasi perilaku berkendara siswa.

“Kami berharap para siswa SMKN 2 Poso dapat menjadi duta keselamatan di keluarga dan komunitasnya. Jika mereka sudah paham risikonya, mereka akan menolak ajakan teman untuk boncengan tanpa helm atau berkendara saat belum cukup umur. Sinergi antara polisi, sekolah, dan orang tua sangat dibutuhkan untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan. Situasi kegiatan berjalan aman, lancar, dan mendapat respons positif dari seluruh civitas akademika,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi berakhir dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama, meninggalkan kesan positif bahwa polisi adalah mitra masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama.(***)