Pinrang,Reporternews.web.id — Semangat untuk menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 tidak surut meski cuaca kurang bersahabat. Staf KUA Kecamatan Batulappa, Rosmini Mansur dan Riski Aulia, bersama Penyuluh Agama Islam Khusnul Hatimah, berhasil menyaksikan fenomena Rashdul Kiblat di Bila I, Desa Tapporang, Kecamatan Batulappa, Rabu lalu (15/7/2026).
Sejak beberapa menit sebelum waktu pengamatan, langit di wilayah tersebut diselimuti awan tebal sehingga sinar matahari belum tampak.
Meski demikian, tim KUA Batulappa tetap bersiaga dengan seluruh perlengkapan pengamatan yang telah dipersiapkan.
Tepat sekitar dua menit menjelang waktu Rashdul Kiblat, matahari akhirnya muncul dari balik awan.
Kesempatan singkat itu langsung dimanfaatkan oleh tim untuk mengamati dan menandai arah bayangan benda tegak lurus sebagai acuan arah kiblat. Fenomena tersebut berlangsung sekitar lima menit, sebelum langit kembali tertutup mendung.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun cuaca tidak sepenuhnya cerah, verifikasi arah kiblat tetap dapat dilakukan ketika matahari muncul pada waktu yang tepat.
Rosmini Mansur mengungkapkan rasa syukur karena pengamatan tetap berhasil dilaksanakan.
“Alhamdulillah, meskipun sejak awal cuaca mendung, kami tidak meninggalkan lokasi. Ketika matahari muncul beberapa menit menjelang waktu Rashdul Kiblat, kami langsung melakukan pengamatan dan berhasil menentukan arah bayangan sebagai acuan arah kiblat,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Khusnul Hatimah mengatakan bahwa fenomena Rashdul Kiblat merupakan momentum ilmiah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat masjid maupun musala.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat sebagai cara yang mudah, praktis, dan akurat dalam memverifikasi arah kiblat,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan KUA Kecamatan Batulappa terhadap Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang diinisiasi Kementerian Agama RI, sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah salat.






