TAKALAR | REPORTERNEWS.WEB.ID – Kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, ke Kabupaten Takalar pada hari ini, Jumat (2/10/2026), menyisakan kecewa mendalam bagi warga kepulauan.

Pasalnya, dapur MBG yang diresmikan dengan label “Dapur 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)” ternyata berlokasi di desa yang secara administratif tidak termasuk dalam kategori wilayah 3T. Ironisnya, di saat yang sama, ada dua dapur yang benar-benar berada di wilayah 3T siap beroperasi justru tidak dikunjungi.

Dapur yang dimaksud adalah Dapur MBG di Kecamatan Kepulauan Tanakeke. Pulau terluar Takalar yang terdiri dari enam desa secara geografis jelas masuk kategori 3T itu dan telah diusulkan Pemkab Takalar kepada Koordinator Satgas MBG Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar.

Berdasarkan penelusuran media ini, ada lebih dari 3.000 calon pemanfaat progran Makan Bergizi Gratis yang terdiri dari siswa SD, SMP, balita dan ibu hamil.

“Kami kira Pak Kepala BGN akan datang ke sini, karena ini baru benar-benar 3T. Ternyata peresmiannya di daratan yang bukan 3T. Kami kecewa,” ujar salah seorang warga masyarakat Tanakeke, S. Dg Rewa dengan nada kecewa.

Harapan warga agar kesulitan logistik, mahalnya bahan pangan, dan tantangan distribusi di pulau tanakeke bisa dilihat langsung oleh pucuk pimpinan BGN, pupus sudah.

Padahal, jika BGN ingin melihat potret dapur 3T yang sesungguhnya, maka Tanakeke adalah sampel terbaik. Di pulau ini, distribusi bahan baku harus menyeberang laut, harga telur dan ayam dua kali lipat dari daratan, dan penerima manfaat tersebar di beberapa pulau-pulau kecil.

“Kami bukan iri, tapi kami merasa dilupakan. Label 3T itu seharusnya untuk kami yang di pulau. Kalau dapur di daratan yang aksesnya mudah disebut 3T, lalu kami yang di Tanakeke ini disebut apa?,” tambahnya.

Dikonfirmasi, Kordinator Wilayah BGN Kabupaten Takalar, Uslilatul Latifah menjelaskan bahwa kedatangan Sudaryono adalah peresmian Dapur 3T dan Aglomerasi yang dilaksanakan serentak di beberapa wilayah.

“Jadi kegiatan hari ini bukan saja peresmian 3T tetapi aglomerasi juga. Kabupaten Takalar yang peresmian SPPG Aglomerasi dan SPPG 3T itu di Kabupaten Pinrang.”jelasnya.

Warga Tanakeke kini hanya bisa menunggu. Menunggu kapan dapur mereka yang sudah siap itu benar-benar diperhatikan, dan 3.000 piring kosong di sana bisa segera terisi.(*/Bersambung)