MAKASSAR | REPORTERNEWS.WEB.ID – DPD KON Sulawesi Selatan, PMM, Konfederasi Serikat Ojol Sulawesi Selatan (KSOS) bersama sejumlah aliansi dan komunitas pengemudi ojek online (ojol) menggelar deklarasi dan penandatanganan Piagam Ojol di Lapangan Hertasning, Makassar, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah konsolidasi lintas komunitas pengemudi ojol di Sulawesi Selatan dalam menyampaikan sikap terhadap isu perubahan status pengemudi ojol sebagai pekerja.
Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyampaikan penolakan terhadap status ojol sebagai pekerja dan menegaskan aspirasi untuk tetap berada dalam pola hubungan kemitraan dengan perusahaan platform.
Penasehat KSOS Sulawesi Selatan, Arsal Umar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi sejumlah organisasi dan komunitas ojol dalam merespons isu yang sebelumnya berkembang dalam forum pengemudi ojol secara nasional.
“Ini kegiatan kolaborasi dan penandatanganan Piagam Ojol perihal menyikapi isu nasional yang kemarin sudah dilempar di forum ojol online seluruh Indonesia. Kegiatan ini nantinya akan kami angkat ke pusat untuk menolak status sebagai pekerja,” kata Arsal di lokasi kegiatan.
Dihadiri Ratusan Pengemudi
Arsal menyebut kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 hingga 150 pengemudi ojol yang berasal dari sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, keterwakilan pengemudi juga berasal dari berbagai platform transportasi online.
“Dari platform datang semua, empat-empat, dari Gojek, Shopee, Grab dan Maxim. Ada semua keterwakilannya,” ujarnya.
Kehadiran pengemudi dari berbagai platform tersebut menjadi bagian dari konsolidasi bersama untuk menyampaikan aspirasi terkait posisi mereka dalam ekosistem transportasi online.
Piagam Ojol Jadi Pernyataan Sikap
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Piagam Ojol oleh perwakilan organisasi, komunitas, dan aliansi yang hadir.
Piagam tersebut menjadi simbol pernyataan sikap bersama para peserta mengenai posisi pengemudi ojol yang mereka kehendaki tetap sebagai mitra platform.
“Seluruh teman-teman ojol Sulsel sepakat dengan ojol itu sebagai mitra,” kata Arsal.
Menurut Arsal, aspirasi yang dihimpun melalui kegiatan tersebut selanjutnya akan dibawa ke tingkat pusat. Langkah itu dilakukan agar sikap pengemudi ojol di Sulawesi Selatan dapat menjadi bagian dari penyampaian aspirasi dalam pembahasan isu status pengemudi ojol secara nasional.
Dibawa ke Tingkat Pusat
Penandatanganan Piagam Ojol sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi lintas komunitas dan organisasi pengemudi dari berbagai platform di Sulawesi Selatan.
Para peserta berharap aspirasi mengenai keberlanjutan pola kemitraan dapat menjadi perhatian dalam pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan pengemudi serta ekosistem transportasi online.
Kegiatan berlangsung tertib dan diakhiri dengan penandatanganan Piagam Ojol sebagai bentuk penyampaian sikap bersama.
Hasil deklarasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan bagi organisasi dan komunitas pengemudi ojol Sulawesi Selatan untuk disampaikan ke tingkat nasional.(***)







