LUWU TIMUR, REPORTERNEWS.web.id -Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengingatkan seluruh kepala desa, perangkat desa, dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih agar tidak main-main dalam mengelola anggaran negara. Dana Desa dan Koperasi Desa Merah Putih, kata dia, harus dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, serta tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Irwan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan Desa dan Pengawasan Dana Koperasi Desa Merah Putih di Makassar, Minggu (19/7/2026).
Dalam arahannya, Irwan menekankan bahwa Dana Desa dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan instrumen strategis pemerintah untuk mempercepat pembangunan desa, memperkuat perekonomian masyarakat, dan menciptakan kemandirian desa. Karena itu, setiap rupiah anggaran harus digunakan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia meminta seluruh peserta bimtek mengikuti kegiatan dengan serius agar memahami tata kelola keuangan desa yang baik. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi salah satu kunci agar pengelolaan anggaran berjalan efektif, efisien, dan terhindar dari kesalahan maupun penyimpangan.
Bupati Irwan juga mengungkapkan perkembangan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Luwu Timur. Dari 125 desa dan 3 kelurahan, sebanyak 15 gedung koperasi hampir rampung, sementara puluhan lainnya masih dalam tahap pembangunan. Desa yang menghadapi hambatan diminta segera berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar pelaksanaan program tidak mengalami keterlambatan.
Selain itu, Irwan mengajak seluruh pemerintah desa untuk menyukseskan Program Pandu Juara sebagai bagian dari upaya membangun desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap pengelolaan Dana Desa dan Koperasi Desa Merah Putih semakin berkualitas, sehingga setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran menjadi prinsip utama agar pembangunan desa berjalan optimal dan kepercayaan publik terhadap pemerintah terus meningkat.**







