BONE,REPORTERNEWS.web.id – Pemerintah Kabupaten Bone segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian BBM Bersubsidi untuk memperketat pengawasan distribusi dan penggunaan Solar serta Pertalite di wilayah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Langkah tersebut merupakan arahan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Satgas nantinya melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri dan Kejaksaan untuk menelusuri potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk pola pembelian yang dinilai tidak wajar.
Bupati Bone mengatakan, pengawasan tidak boleh hanya berhenti di SPBU. Tim nantinya akan menelusuri siapa yang membeli BBM bersubsidi, ke mana BBM tersebut dibawa dan untuk apa digunakan.
“Segera dibentuk Satgas Pengendalian BBM Bersubsidi. Kita akan melibatkan TNI dan Polri untuk melakukan penelusuran lebih mendalam. Kita ingin memastikan Solar dan Pertalite yang dibeli masyarakat benar-benar digunakan sesuai peruntukannya,” tegas Andi Asman, Minggu (23/8/2026).
Rencana pembentukan Satgas tersebut akan dibahas dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung Senin (24/8/2026). Rapat akan membahas struktur Satgas, pembagian tugas serta langkah pengawasan yang akan dilakukan di lapangan.
“Penelusuran akan melihat pola pembelian, jumlah BBM yang dibeli, hingga tujuan penggunaan BBM tersebut. Pemerintah ingin memastikan subsidi benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang sesuai aturan.
“Kita akan lihat siapa yang melakukan pembelian, dibawa ke mana BBM tersebut, digunakan untuk apa. Apakah memang untuk kendaraan, pertanian, perikanan atau kebutuhan lainnya yang sesuai aturan, atau hanya kedok untuk mendapatkan BBM subsidi. Ini yang harus kita telusuri,” katanya.
Bupati menegaskan, BBM bersubsidi merupakan fasilitas pemerintah yang harus disalurkan secara tepat sasaran. Karena itu, ia tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan subsidi untuk kepentingan pribadi atau mencari keuntungan dengan cara melanggar aturan.
“Kalau ditemukan penyalahgunaan, termasuk penimbunan atau praktik lain yang melanggar aturan, tentu Satgas akan bertindak bersama aparat penegak hukum. Jangan coba-coba menyalahgunakan BBM bersubsidi,” tegasnya.
“Kalau memang Satgas ini dibentuk, kami tentu menyambut baik. Yang penting jangan hanya dibentuk, tetapi benar-benar bekerja mengawasi distribusi BBM di lapangan,” ujar seorang warga Rudi.
“Jangan sampai karena panik, orang membeli berlebihan. Akhirnya antrean panjang, jalan macet, masyarakat lain juga susah mendapatkan BBM,” ujarnya.
Masyarakat juga berharap pengawasan dilakukan secara adil. Tidak hanya pembeli, tetapi seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi BBM bersubsidi perlu diawasi jika ditemukan pola yang tidak sesuai ketentuan.







