REPORTERNEWS.WEB.ID | POSO – Sebagai wujud implementasi program prioritas Kapolri “Polri Bersama Masyarakat”, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Poso melaksanakan kegiatan “Minggu Kasih” pada Minggu pagi (25/10/2026). Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas, IPTU Elfrid Ilka Juniel Raupa, S.H., ini berpusat di Gereja GKST Sion Poso, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengaturan lalu lintas (Gatur) di area sekitar gereja untuk memastikan kelancaran arus kendaraan bagi jemaat yang hendak mengikuti ibadah. Usai ibadah, personel Satlantas melakukan sambang dan dialog interaktif dengan para jemaat. Dalam kesempatan tersebut, petugas tidak hanya menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, tetapi juga memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas (Kamseltibcarlantas). Poin penting yang ditekankan adalah pengingat mengenai rencana pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2026 yang akan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Petugas mengimbau warga untuk segera melengkapi surat menyurat dan kelengkapan kendaraan (seperti helm SNI, spion, dan plat nomor) sebelum operasi dimulai.
Menyikapi antusiasme masyarakat dalam kegiatan Minggu Kasih ini, Kepala Seksi Humas (Kasi Humas) Polres Poso, AKP Rianto Hilian, menyatakan bahwa pendekatan humanis melalui kehadiran polisi di tempat ibadah sangat efektif dalam membangun kepercayaan publik.
“Kegiatan ‘Minggu Kasih’ hari ini adalah bukti nyata bahwa Polri hadir untuk melayani, bukan hanya menertibkan. Kehadiran rekan-rekan Satlantas di Gereja GKST Sion memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat dalam beribadah. Selain itu, momen ini kami manfaatkan untuk menyampaikan informasi strategis terkait Operasi Patuh Tinombala 2026 yang akan segera dimulai besok. Kami berharap masyarakat Poso dapat mempersiapkan diri dengan mematuhi aturan lalu lintas, sehingga operasi nanti lebih bersifat edukatif daripada represif,” ujar AKP Rianto Hilian.
Lebih lanjut, Kasi Humas menekankan pentingnya sinergi antara ketaatan beragama dan ketaatan berlalu lintas.
“Kami mengapresiasi respons positif dari para jemaat yang menyambut baik himbauan kami. Kesadaran untuk melengkapi kelengkapan berkendara adalah bentuk tanggung jawab sosial terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik seperti hari ini, kami optimis tingkat pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Poso dapat ditekan, dan angka kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir selama periode Operasi Patuh Tinombala mendatang,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif, meninggalkan kesan positif bagi seluruh jemaat dan masyarakat sekitar mengenai citra Polri yang humanis dan profesional.(***)







