SAMBAS | REPORTERNEWS – Proyek Pembangunan Irigasi Rawa Tebas Komplek yang sudah selesai dikerjakan, kembali menyita perhatian publik. Setelah sebelumnya diberitakan karena tanam tumbuh warga digusur, dan antara Batang Kelapa penyusunan batu kali irigasi rawa masih ada beberapa titik pohon kelapa tidak di tumbang, serta dipertanyakan kesesuaian kontruksi spesifikasi teknis. Minggu (11/10/2026)
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu 10 dan hari ini Minggu 11 Oktober 2026 pukul 11,35 Wib masih menemukan antara penyusunan batu kali irigasi rawa, ada beberapa titik pohon kelapa tidak di tumbang.
Selain itu, kami menemukan penyusunan batu kali perbatasan proyek pintu air yang lama sebagian di timbun sebagian tidak, mengunakan penimbunan tanah setempat bukan tanah bawaan.
Begitu juga, cor dinding penyusunan batu kali dan embung mengalami keretakan dan pecah. Anehnya lagi, papan nama informasi yang terpasang sebelumnya di area lokasi persimpangan tidak jauh dari bas cam sudah tidak ada alias di copot.
Dari temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan irigasi rawa tersebut dan pencopotan papan informasi. apakah sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan perencanaan proyek tersebut.
Hal tersebut, tentu menjadi pertanyaan dan sorotan publik adanya ketidak keterbukaan informasi publik UU KIP.
Papan Proyek Terpasang Lalu Hilang Lagi
Nomor Kontrak: PS0102/T/Bws9.8.1/2026/02
Nomor Pekerjaan: PS0102/T/Bws9.8.1/2026/63
Nama Pekerjaan: Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek (Kebun Jeruk) Kabupaten Sambas
Lokasi: Kabupaten Sambas
Jangka Waktu: 210 (Dua Ratus Sepuluh) Hari Kalender
Nilai Kontrak: 22.794.979.000,00,- (Dua Puluh Dua Miliar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah)
Pelaksana: PT. ANUGRAH BAYUARYA PERKASA.
Proyek Irigasi Rawa Tebas Komplek Tersebut dibawah naungan dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Provinsi Kalimantan Barat sesuai dengan nama papan nama informasi proyek tersebut.
Namun, telah setelah proyek irigasi rawa tersebut selesai dikerjakan, kini Papan Nama Informasi di copot alias hilang, karena kami tidak menemukan papan informasi yang seharus terpasang di area lokasi tersebut, ” ada apa?”
Tanggapan Tokoh Masyarakat
Ia mengatakan, terimakasih, saya selaku masyarakat tebas sangat memperihatinkan dengan adanya pekerjaan irigasi rawa di daerah kecamatan tebas sungai dan desa Mengkar Sekuntum dengan adanya tanam tumbuh yang belum di tumbang, artinya ada beberapa tanam tumbuh lainnya berdiri kokoh di pondasi pekerjaan cor beton.
“Apabila tumbuhan tersebut akan tumbang ditiup angin, jadi akan merusak pondasi atau cor yang dilakukan, apakah proyek ini akan berjalan lancar atau apa, jadi saya selaku masyarakat sangat prihatin terhadap pekerjaan tersebut merasa di rugikan, dengan tidak kesesuaian pekerjaan tersebut apakah sudah sesuai teknis perencanaan, jadi mohon kepada pihak terkait jadi mohon untuk dilakukan klarifikasi di lapangan, ujur tokoh masyarakat yang enggan dicantumkan namanya kepada awak media.
Lanjut lagi, ia menyebutkan, saya selaku masyarakat tebas kalau untuk tanam tumbuh itu, seharusnya memang diganti rugi kepada masyarakat.
“Jadi kalau masyarakat tidak terima tanam tumbuh dirusak, jadi kita pingin tahu apakah pihak pelaksana untuk mengganti atau tidak ada anggaran untuk ganti. Jadi setahu saya kalau ada pekerjaan tersebut memang dianggarkan diganti memang itu dalam pelaksanaan proyek,”ungkapnya
Tambahnya,Terkait Papan Plang Yang Dicopot itu perlu dipertanyakan “ada apa dan kenapa” papan informasi pada saat awal dipasang pada saat ini tidak ada ditempat.
“Proyeknya sudah selesai dan selesainya seperti apa? Jadi saya lihat juga dilapangan, kalau dibilang selesai tapi belum selesai, jadi perlu dipertanyakan ada apa dan kenapa bahwa papan proyek itu dihilangkan dari tempatnya,”tuturnya.
Lanjutnya, hemat saya, terkait tanah timbunan menggunakan tanah setempat setahu saya harus tanah datangan, bukan tanah setempat, artinya bukan tanah setempat dari parit disitu, jadi harus dari akuari,” tutupnya
Saat dikonfirmasi pengawas teknis bernama Wiwit melalui pesan whatsApp terkait pohon kelapa tidak ditembung saat pesusunan fisik batu kali, penimbunan tanah yang digunakan, dan tanam tumbuh warga Desa Mekar Sekuntum yang digusur, serta papan nama informasi tidak ada di area lokasi. Namun, tidak direspon (ceteng biru).
Sehingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengawas teknis.
(Tim)







