Sambas – Proyek RSUD Sambas Miliaran Rupiah, berslogan bertuliskan
Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ” dipapan papan proyek pemerintah rupanya hanya menjadi hiasan FORMALITAS.

Fakta di lapangan menunjukan ironisnya, sejumlah pekerja proyek masih saja mengabaikan tanpa Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Perlu Diketahui Proyek RSUD Sambas senilai Rp 5.117.604.608,00,- Bersumber dari Anggaran APBD – DAK Tahun 2026, dikerjakan oleh CV. SHULTHAN GARNIDA – CV. AZZTECH CONSUL TANT.

Dari hasil pantauan awak media bersama Tim pada Kamis 10 September hingga minggu 13 September 2026, para pekerja tampak beraktivitas sedang mengelas teralis, dan pemasangan keramik, di area proyek RSUD tersebut tanpa menggunakan helm keselamatan, rompi, sarung tangan, maupun sepatu kerja standar.

Beberapa di antaranya hanya menggunakan baju kaos, kemeja, celana pendek, dan menggunakan topi.

“Slogan K3 di papan proyek tersebut hanya menjadi panjangan instruksi “Wajib” APD diabaikan, padahal lokasi kerja sangat berisiko,” umur Iskandar selaku DPD LAKS-RI,Humas dan Publikasi.

Menurut Iskandar, jika penyedia tetap bekerja tanpa menerapkan SMK terutama pada penggunaan APD dan kebutuhan K3, maka PPK dan kontraktor dianggap melakukan pembiaran dan merupakan perbuatan melawan “Hukum” yang merugikan keuangan negara.

“Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilingkungan kontruksi sering kali masih dipandang sebelah mata.
Padahal, sanksi pelanggaran K3 bukan sekedar ancaman di atas kertas, melainkan sanksi administrasi, sanksi teguran, hingga sanksi pidana. Seperti yang diamanatkan dalam undang-undang,”tegas Iskandar.

Iskandar menambabkan, apa lagi kami melihat para pekerja melakukan pengelasan teralis, tanpa menggunakan Alat Pengaman Diri itu tentu berisiko tinggi. Jadi kami menilai seolah-oleh pihak pelaksana dan dinas terkait adanya dugaan pembiaran, serta lemahnya pengawasan.

Jawaban Humas RSUD Sambas

Murhadi menyebutkan, Saya baca aja…
Yang Abang foto pas yang tidak pakai… Yang pakai APD tidak Abang foto.

Lanjutnya, ini bukan pekerjaan yang di belakang. Ini rehab IGD.. beda bang,”ucap Muhardi lewat pesan WhatsApp nya.

Sehingga berita ini diterbitkan pihak pelaksana dan Dinas terkait belum bisa terkonfirmasi.(Tim)