PONTIANAK, REPORTERNEWS.web.id – Penutupan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah V se-Kalimantan Barat 2026, di Ballroom Grand Mahkota Hotel Pontianak.
Penutupan Rapat Koordinasi Daerah Majelis Ulama Indonesia tersebut dilaksanakan pada hari Minggu 23 Agustus 2026, pukul 08,30 Wib, dihadiri sebanyak 200 orang antara lain:
“Ketua Komisi II DPR-RI, Dr.H.M.- Rifqinizamy Karsayuda, S.H.,M.H.- Sekjen MUI Pusat, Buya Dr, H.- Amirsyah Tambunan, M, A. – Walikota Pontianak, Ir.H.Edi Rusdi Kamtono, M,M.,M,T – Bupati Sambas, H, Satono, S, Sos, I.,M.H.- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Kalbar, Dr, H. Muhajirin Yanis, M.Pd, I, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Prov, Kalbar, H. Kamaludin, M.Pd, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Prov, Kalbar, Drs.H. Jipridin, M, Si, Ketua Baznas, Prov, Kalbar, Dr.H, Hamzah Tawil, M,Si, Kapolda Kalbar diwakili oleh Kasubdit Sosbud Ditintelkam Polda Kalbar, Kompol Abdul Malik, S.IP,M.Sos, Kepala Kantor Kemenag Kab. Sambas, H.Kaharudin, S.Ag, Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Dr,H. Ruslan, M.Pd, Rektor IAIN Pontianak, Prof.Dr.H. Wajidi Sayadi, M.Ag, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak, Dr.H. Candra Boy Seroza, S.Ag.,M.Ag, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Pontianak, Prof.Dr.H.Zaenuddin, M.A., Ketua MUI Prov. Kalteng, Prof, Dr.K.H Khairil Anwar, M.Ag., Ketua MUI Prov, Kalsel, TGH.K.H. Ahmad Syairazi, S.M., Ketua MUI Prov, Kaltara, Habib Muthahar Bin Saleh AI-Jufri, Ketua MUI Prov, Kaltim, K.H. Muhammad Rasyid, Ketua dan Kabupaten dan Kota se-Kalimantan sebanyak 187 orang. Minggu (23/08/2026)
Ketua Panitia, H.Muhammad Sani, S.H.,M.A.P, menyampaikan, bahwa rangkaian Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026 telah selesai dilaksanakan dimana salah satu keputusan pleno adalah menerbitkan “Buku Sejarah Islam Borneo.
“Pelaksana Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan tahun 2027 akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Utara. Seluruh jajaran panitia mengucapkan terimakasih kepada peserta, tamu undangan, sponsor, donatur, dan semua pihak yang telah mendukung seluruh rangkaian kegiatan,”ujarnya.
Penutupan Rakorda MUI Wilayah se-Kalimatan, dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum MUI Kalimantan Barat, Sekaligus Rektor IAIN Pontianak, Prof.Dr.H., Wajidi Sayadi, M.Ag, menyampaikan;
“Bahwa seluruh Ketua MUI tingkat Provensi se-Kalimantan telah menyampaikan program kerjanya, dimana salah satunya MUI Prov, Kalteng yang saat ini telah memiliki bangunan gedung Sekretariat sendiri,” ucapnya
Kondisi serupa juga diharapkan oleh MUI Prov, Kalbar, untuk dapat memiliki bangunan gedung sekretariat sendiri. Begitu juga Universitas Islam, hanya di Kota Pontianak yang masih IAIN, sedangkan di Provensi lain sudah UIN.
“Harapannya, kepada Ketua Komisi II DPR-RI dapat membantu terlealisasinya bangunan Kantor Sekretariat MUI di Kalbar dan perubahan status IAIN menjadi UIN di Kota Pontianak. Atas nama terimakasih sekaligus permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama rangkaian kegiatan,”Tutur Wajidi Sayadi.
Selain itu, Sekjen MUI Pusat, Buya Dr, H. Amirsyah dalam sambutannya menyampaikan, bahwa jika Allah SWT ingin menghancurkan suatu kaum maka dia akan meninggikan tokoh-tokohnya yang kemudian dijatuhkan sejatuh-jatuhnya.
“Disisi lain, bahwa Negara Indonesia saat ini kehilangan figur yang beradap, banyak orang pintar dalam segi wawasan, pendidikan, dan ilmu agama, namun hanya sedikit yang memiliki ada,” tegasnya
Lanjutnya, semoga Negara Indonesia senantiasa dalam perlindungan Allah SWT. Kepada seluruh MUI di Kalimantan baik tingkat Provensi dan Kabupaten/Kota, bahwa MUI merupakan rumah besar kita bersama, wadah seluruh ormas Islam di Indonesia.
“Mari kita jaga, mari kita pelihara. MUI merupakan tempat kita berbagi, bukan tempat untuk menambah ataupun mengkali. Banyak berbagi dengan penuh keikhlasan demi keselamatan umat di Indonesia,”Jelas Buya Amirsyah.
Disisi lain, Ketua Komisi II DPR-RI, Dr.H.M., Rifqinizamy Karsayuda, S.H.M.H., dalam penyampaiannya, bahwa kehadirannya ke Prov, Kalbar dalam rangka menyerahkan bantuan pengelolaan sampah dari Bank Dunia kepada Walikota Pontianak dan Bupati Sambas sebesar 157 Miliar.
“Menindaklanjuti hasil Rekorda MUI Wilayah V se-Kalimantan bahwa Komisi II DPR-RI akan membantu menerbitkan, “Buku,Sejarah Islam Berneo” sebanyak 1.000 eksamplar.”ungkapnya
Sebelum menjadi anggota DPR-RI bahwa Prov, Kalsel. Menindaklanjuti informasi terkait kesenjangan ekonomi utamanya diinternal agama Islam bahwa perlu diketahui bahwa jumlah orang kaya di Indonesia hanya 5% dari total penduduk se-Indonesia.
“Dari total 5% orang kaya di Indonesia, yang beragama Islam kurang dari 20%, maka dari itu meskipun Indonesia itu kaya akan SDA namun semuanya tidak dikelola oleh orang Muslim sehingga kesenjangan ekonomi diinternal agama Islam terjadi meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Kita tidak bisa menyalahkan investor asing, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana umat Islam bisa meningkatkan ekonominya dengan cara-cara yang halal untuk membantu umat Islam yang lainnya,”katanya.
Begitu juga, Walikota Pontianak, Ir.H, Edi Rusdi Kamtono, M.M.,M.T., juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Pontianak siap bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh alim ulama dan pimpinan ormas Islam yang ada di Kota Pontianak.
“Dengan mengharapkan Ridho Allah SWT dan mengucapkan Alhamdulillahhirobbil alamiin rangkaian Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan di Kota Pontianak, Prov, Kalbar Tahun 2026 secara resmi kami tutup,” ujar Walikota Pontianak (*)







