REPORTERNEWS.WEB.ID | BULUKUMBA – Jambore Pelayanan Publik kembali digelar Pemerintah Kabupaten Bulukumba sebagai program unggulan jemput bola mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kali ini, Kecamatan Bulukumpa menjadi tuan rumah di Lapangan Jawi-Jawi, Rabu (29/10/2026).
Kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, menjadi warna tersendiri. Di tengah pelayanan publik, ia melengkapi sisi layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan pendekatan yang humanis dan ceria.
Terpantau di lokasi, istri Bupati Bulukumba tersebut sibuk berinteraksi bersama perwakilan sekolah PAUD se-Kecamatan Bulukumpa. Dengan metode mendongeng, ia berhasil menarik perhatian anak-anak dan orang tua, sebagai strategi efektif untuk mendekatkan layanan PAUD hingga ke pelosok desa.
Dalam sambutannya di panggung utama Jambore, Bunda PAUD memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru PAUD, khususnya di wilayah Bulukumpa, atas inovasi Satu Guru Satu Buku.
Ini adalah bentuk dedikasi luar biasa. Ini menunjukkan profesionalisme guru PAUD tidak hanya sebagai pengajar, tapi sebagai penulis dan penggerak literasi sejak usia dini,” ujar Hj. Andi Herfida Muchtar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala TK Negeri Pertiwi Ujung Bulu, Andi Muliana. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Bunda PAUD terhadap lembaga PAUD.
“Bunda PAUD Hj. Andi Herfida Muchtar adalah panutan kami. Beliau selalu menekankan agar kami profesional dalam layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini. Kami harus menjadi cerminan sosok pendidik sekaligus pengganti peran orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya kepada kami untuk belajar arti kehidupan dan kepedulian sesama,” ungkap Andi Muliana kepada media.
Andi Muliana menambahkan, perhatian Bunda PAUD bukan sekadar seremonial. Ia pernah turun langsung ke sekolah menjadi bagian dari proses belajar.
“Beliau pernah berkunjung dan mengajak siswa-siswi kami menanam sayuran, cabai, dan bunga. Dari situ anak-anak belajar mencintai tanaman dan lingkungan sejak dini,” tambahnya.
Jambore Pelayanan Publik di Bulukumpa ini membuktikan, pelayanan publik tidak hanya soal administrasi, tetapi juga tentang menghadirkan keceriaan dan pendidikan karakter bagi generasi penerus.(***)







