TAKALAR | REPORTERNEWS.WEB.ID — Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan UPT SD Negeri 187 Inpres Dengilau, Dusun Dengilau, Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, yang dibiayai melalui dana APBN dengan nilai sekitar Rp1.053.599.999, mendapat sorotan masyarakat.

Sejumlah warga melaporkan adanya dugaan permasalahan pada material dan proses pekerjaan di lapangan. Temuan yang disampaikan antara lain kondisi rangka atap baja ringan, paving block, kualitas pasir, pembongkaran bangunan, hingga material besi beton yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut.

Laporan tersebut telah disampaikan kepada pihak sekolah untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.

Salah satu material yang menjadi sorotan adalah rangka atap baja ringan. Warga menyebut terdapat kanal yang terlihat bengkok dan sejumlah sambungan dinilai kurang kuat.

Selain itu, pada material disebut terdapat tulisan “SNI”, namun warga mempertanyakan kelengkapan informasi mengenai nomor sertifikasi, produsen, serta ketebalan material yang digunakan.

Warga menduga spesifikasi material yang digunakan perlu diverifikasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan dokumen teknis dan standar pekerjaan yang ditetapkan.

Sorotan berikutnya menyangkut paving block yang berada di lokasi proyek.

Warga menilai sebagian paving block terlihat kasar, terdapat bagian yang pecah pada sisi dan permukaannya, serta warna yang tidak seragam.

Sementara pasir yang didatangkan ke lokasi disebut masih bercampur tanah dan lumpur.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pekerjaan. Namun, untuk memastikan apakah material tersebut benar-benar tidak memenuhi spesifikasi, diperlukan pemeriksaan teknis maupun pengujian material oleh pihak yang berkompeten.

Warga juga mempersoalkan proses pembongkaran sejumlah bagian bangunan. Pembongkaran disebut dilakukan secara kasar dan menyisakan puing-puing yang berserakan di sekitar area pekerjaan.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian, terutama karena lokasi merupakan lingkungan sekolah yang nantinya digunakan oleh siswa.

Selain itu, material besi beton yang digunakan juga dipertanyakan karena warga mengaku tidak menemukan informasi yang jelas mengenai ukuran maupun merek material tersebut.

Warga meminta seluruh material yang digunakan dibandingkan dengan spesifikasi teknis dalam dokumen pekerjaan untuk memastikan kesesuaiannya.

Upaya konfimasi kepada Kepala UPT SD Negeri 187 Inpres Dengilau telah dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai berbagai laporan tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, telepon yang dilakukan belum mendapat jawaban, sementara pesan WhatsApp yang dikirim juga belum memperoleh tanggapan.

Dengan demikian, berbagai dugaan yang disampaikan masyarakat tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak sekolah maupun pelaksana proyek.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, saat dikonfirmasi mengenai laporan masyarakat tersebut, menyatakan pihaknya akan menindaklanjutinya melalui monitoring dan evaluasi.

“Kami berterima kasih atas informasi ini. Pihak kami akan segera melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) langsung ke lokasi untuk memeriksa kebenaran laporan tersebut,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kondisi pekerjaan, spesifikasi material, serta kesesuaian pelaksanaan proyek dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

Masyarakat meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek revitalisasi tersebut, termasuk pengecekan dokumen teknis dan spesifikasi material yang digunakan.

Jika diperlukan, warga juga meminta material yang diragukan kualitasnya diuji melalui laboratorium independen atau lembaga teknis yang berwenang.

Mereka berharap proyek revitalisasi yang menggunakan anggaran negara tersebut menghasilkan bangunan sekolah yang aman, berkualitas dan sesuai dengan perencanaan.

Apabila dalam pemeriksaan resmi nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau kerugian negara, warga menyatakan akan mempertimbangkan untuk melaporkannya kepada aparat pengawasan maupun aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga saat ini, pekerjaan proyek masih berlangsung dan masyarakat mengaku akan terus memantau pelaksanaannya.(***)

Laporan: Fad

Editor: Wan