REPORTERNEWS.WEB.ID|MAJENE Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulawesi Barat sukses menggelar acara pelantikan pengurus untuk masa bakti 2026–2030 di Hotel Matos, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Pers Bertahan Kuat di Tengah Disrupsi Media dan Dinamika Ekonomi”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh ekosistem pers siber yang sehat, profesional, dan berdaya saing di daerah.
Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., bersama Wakil Ketua Umum dan jajaran pengurus pusat. Kehadiran pimpinan tertinggi SMSI tersebut menegaskan komitmen kuat organisasi dalam mengawal transformasi media siber serta memperkuat sinergi antara pers dan berbagai elemen pembangunan di daerah.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Barat, pimpinan instansi vertikal, para pengurus SMSI dari 5 Kabupaten, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Momentum pelantikan ini juga mendapat sambutan hangat serta ucapan selamat dari jajaran Pengurus SMSI Kabupaten Majene, di antaranya Ketua Ramli Hayat, Sekretaris Muh. Ardedi, dan Bendahara Rezki, beserta pengurus kabupaten lainnya.
Dalam laporan panitia pelaksana, Mulyadi menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan sekaligus apresiasi kepada jajaran pengurus pusat yang menyempatkan hadir di tengah padatnya agenda nasional dan kunjungan kerja kenegaraan di Sulawesi Barat.
Ia juga menegaskan bahwa setelah pelantikan ini, seluruh pengurus siap merapatkan barisan, bekerja sama, dan merealisasikan program kerja nyata untuk memajukan organisasi.
Ketua SMSI Provinsi Sulawesi Barat Sarman Sahuding dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras panitia serta dukungan penuh dari pengurus pusat.
Ia menekankan bahwa soliditas, kolaborasi lintas sektor, dan profesionalisme wartawan siber merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan zaman serta memajukan daerah.
Sementara itu, Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya peran strategis media siber sebagai pilar keempat demokrasi penjaga kebangsaan dan NKRI. Beliau memaparkan sejumlah langkah taktis dalam menghadapi disrupsi media, di antaranya:
Penguatan Ekonomi Media: Mendorong kemandirian media siber melalui program profesionalisme, tata kelola perusahaan pers yang sehat, serta kemitraan strategis.
Program Kemitraan Strategis (Jaga Desa & Advokasi): Membangun sinergi dengan institusi penegak hukum dan pemerintah daerah melalui program pengawalan pembangunan desa serta perlindungan hukum bagi jurnalis.
Kolaborasi Kebangsaan: Memperkuat sinergi bersama TNI-Polri dan lembaga negara untuk menjaga stabilitas informasi serta menangkal penyebaran hoaks di masyarakat.
Peningkatan Kapasitas SDM: Melalui badan otonom seperti Persatuan Wartawan Siber Indonesia (Perwasi), SMSI terus berkomitmen meningkatkan kompetensi jurnalis siber melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang disesuaikan dengan perkembangan era digital.
Melalui kepengurusan periode 2026–2030 ini, SMSI Sulawesi Barat diharapkan mampu mengemban amanah dengan baik, memperkuat sinergi lintas sektor, serta membawa media siber di Sulawesi Barat semakin inovatif, tangguh, dan terpercaya dalam menyuarakan kepentingan publik.







