Bulukumba, Reporternews.web.id
Kematian Elmi Febrianti Pewisata di Appralang, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, yang terjatuh dari kawasan tebing wisata disorot pengurus LPBB untuk dibawah keranah hukum atas dugaan pungli dan dugaan tidak dilengkapi dasar hak Pewisata untuk Asuransi jiwa.
Ketua Pengurus Daerah (Badan Strategi Investasi Nasional) Basis LPBB Riswan mengajukan permohonan ketingkat Nasional LPBB persoalan dugaan pungli dan dugaan melanggar administrasi kepengurusan tempat wisata.
Ketua Basis LPBB Riswan atau sering disapa Om Black mengungkapkan dihadapan media pada Senin 8 Juni 2026 “kematian pewisata di Appralang kami akan segera membawa perkara ini keranah hukum Polres Bulukumba.
“Selain diduga terjadi pungli kamipun pengurus LPBB menduga wisata Appralang tidak adanya manajemen asuransi wisata untuk pengelolaan risiko melalui perlindungan finansial bagi wisatawan maupun pengelola destinasi.
Dari peristiwa tak terduga, seperti kecelakaan, hingga tanggung jawab hukum. Ini mencakup mitigasi risiko dan penanganan klaim untuk menjamin keamanan dan kenyamanan aktivitas pariwisata.tutup Om Black
Ketua Umum LPBB Harianto Syam menyampaikan ” pengajuan ini akan diputuskan tiga hari kedepan, apakah yang melaporkan tingkat Nasional atau ditingkat pengurus LPBB daerah kabupaten.
“Laporan yang akan dibuat bukan pada aduan keluarga korban, melainkan laporan keranah hukum terkait dugaan dasar pungli yang narasumber nya dari sosial media maupun hak dari menejemen asuransi pengunjung wisata.
Harianto Syam kembali menyampaikan ” kejadian ini bukan cuma teguran buat wisata Appralang saja, namun akan menjadi teguran bagi tempat wisata lainnya, baik tempat wisata milik pemerintah, milik yayasan dan milik swasta, karena ditempat wisata Kab. Bulukumba sudah banyak yang meninggal tanpa pengamatan perlindungan pewisata
Pengurus LPBB akan bersurat kepada Menteri Pariwisata Republik Indonesia untuk menegur pengurus tempat wisata di Bulukumba akan hal bagi Keselamatan pewisata.
Ia berharap tegurannya mengimbau pelaku pariwisata untuk terus mengutamakan keselamatan dan pelayanan prima, karena Kemenpar (kementrian pariwisata) juga berfokus pada keselamatan bagi pengunjung wisata. Tutup Harianto Syam







